AKSESPUBLIK.ID, TAKALAR — Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat sektor pertanian dengan menyediakan sarana dan prasarana pascapanen. Salah satu bentuk dukungannya adalah menghadirkan fasilitas dryer (mesin pengering) jagung berkapasitas 10 ton per hari untuk membantu kebutuhan kelompok tani setempat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Takalar, Parawansa, menyampaikan bahwa bantuan ini terwujud berkat koordinasi intensif Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dengan Kementerian Pertanian RI.
“Dryer jagung kapasitas 10 ton per hari ini diperuntukkan bagi Kelompok Tani Massamaturu di Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, dan Kelompok Tani Makmur di Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone,” ujar Parawansa, Sabtu (19/9/2026).
Ia menjelaskan, infrastruktur pascapanen di Takalar bertambah signifikan. Saat ini, dua unit dryer terdiri atas dryer jagung kapasitas 10 ton per hari dan dryer padi kapasitas 30 ton per hari pembangunannya sudah hampir rampung.
Selain itu, tambahan satu unit dryer jagung kapasitas 10 ton per hari telah memasuki tahap kontrak pengadaan pada September 2026, sementara dua unit lainnya sedang dalam proses pengusulan ke Kementan.
“Hampir pasti tahun ini akan ada empat unit dryer yang beroperasi di Takalar,” jelasnya.
Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat membantu petani mengeringkan hasil panen secara efektif, menjaga kualitas produksi, serta meningkatkan nilai jual komoditas. Pemkab Takalar pun berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mendorong efisiensi dan kesejahteraan para petani di daerah tersebut.(*)












