Sinergi Membangun Desa, Mahasiswa KKNT 116 Unhas Paparkan Inovasi Digital hingga Eco-Pesticide di Baranti

AKSESPUBLIK.ID, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses menyelenggarakan Seminar Program Kerja di Kelurahan Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan berbagai program kerja kreatif dan solutif kepada pemerintah kecamatan, kelurahan, serta tokoh masyarakat setempat guna mendorong pembangunan berkelanjutan.

Seminar tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Kecamatan Baranti sekaligus Plt. Lurah Baranti, Babinsa Baranti, Penyuluh Pertanian Baranti, Kepala Puskesmas Baranti, jajaran Kepala Lingkungan, Kepala Sekolah se-Kelurahan Baranti, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini merefleksikan dukungan penuh terhadap jalannya program pengabdian mahasiswa Unhas.

Dalam pemaparannya, Uprianto Medi salah satu tim KKNT 116 Unhas menyajikan program kerja kelompok yang berfokus pada modernisasi administrasi lokal, yaitu Digitalisasi Administrasi Kelurahan Baranti melalui pemanfaatan Google Form sebagai media pelayanan publik.

Program ini dirancang untuk:

  • Meningkatkan efisiensi birokrasi di tingkat kelurahan.
  • Mempermudah akses pengurusan administrasi bagi warga.
  • Mendorong transparansi pelayanan publik yang lebih cepat dan modern.

Selain program utama kelompok, para mahasiswa juga meluncurkan enam program kerja individu inovatif yang menyasar sektor pangan, pertanian, lingkungan, dan teknologi informasi:

  • Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember): Solusi ketahanan pangan mandiri berskala rumah tangga.
  • Permen Jeli Mangga: Hilirisasi komoditas lokal berupa pengolahan mangga menjadi camilan sehat bernilai ekonomis tinggi.
  • Website Profil Digital Kelurahan: Wadah informasi dan promosi digital untuk memperkenalkan potensi Kelurahan Baranti ke khalayak luas.
  • Mitigasi Banjir Berbasis Spasial: Pemetaan dan identifikasi titik-titik bottleneck (rawan sumbatan) untuk meminimalisasi risiko bencana banjir.
  •  EcoPaya: Inovasi pembuatan pestisida nabati ramah lingkungan guna mendukung pertanian yang sehat dan berkelanjutan.
  • Hidroponik Sistem Sumbu: Edukasi budidaya tanaman memanfaatkan bahan bekas seperti baskom dan galon air mineral.

“Seluruh program kerja yang kami rancang berorientasi pada pemecahan masalah riil di masyarakat dan pengembangan potensi lokal Baranti, ” ujar Uprianto.

“Program tersebut merupakan ide dan masukan dari dosen pembimbing kami, Dr.Ir.Sulaeha,SP.,MSi,” lanjutnya

Lewat kolaborasi erat dengan pemerintah setempat, kehadiran mahasiswa KKNT 116 Inovasi Desa Unhas ini diharapkan mampu meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan bagi pemberdayaan masyarakat Kelurahan Baranti.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *