AKSESPUBLIK.ID, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan Validasi Partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penyusunan basis data Sistem Informasi Desa Tanggap Iklim (SIDIK) melalui survei dan analisis kerentanan perubahan iklim di wilayah setempat.
FGD ini melibatkan jajaran pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, serta mahasiswa KKN untuk memastikan data kerentanan yang dihimpun benar-benar presisi dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Dalam proses validasi, peserta bersama-sama mengevaluasi hasil survei awal, mengidentifikasi potensi wilayah, serta memetakan berbagai tantangan lingkungan akibat dampak perubahan iklim mulai dari pergeseran pola musim, pengelolaan sampah, hingga ketahanan pangan lokal. Data yang tervalidasi ini nantinya diproyeksikan menjadi baseline penting dalam merumuskan rekomendasi program adaptasi iklim yang tepat sasaran.
Penanggung jawab program kerja, Muh. Hidayat, menegaskan bahwa partisipasi aktif dari pemerintah dan warga setempat merupakan kunci utama dalam menghasilkan basis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“SIDIK bukan sekadar pengumpulan angka dan data, melainkan gambaran nyata kondisi masyarakat. Melalui validasi bersama ini, kami berharap basis data yang disusun dapat menjadi landasan kuat untuk merancang langkah adaptasi perubahan iklim yang efektif, berkelanjutan, dan memberi manfaat langsung bagi Kelurahan Rijang Pittu,” jelas Hidayat.
Langkah inovatif mahasiswa Unhas ini mendapat respons positif dari Lurah Rijang Pittu, Hairuddin, S.A.B. Ia menilai ketersediaan data SIDIK sangat membantu pihak kelurahan dalam memetakan potensi risiko lingkungan secara menyeluruh.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa KKN Unhas. Data SIDIK ini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen KKN saja, tetapi menjadi acuan strategis bagi pemerintah kelurahan dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan warga,” kata Hairuddin.
Program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan KKN Tematik Perubahan Iklim Unhas dalam mendorong pembangunan berbasis data (data-driven development) di tingkat tapak.
Melalui basis data SIDIK yang partisipatif, Kelurahan Rijang Pittu diharapkan memiliki pijakan informasi yang komprehensif dalam pengambilan kebijakan serta peningkatan ketahanan wilayah menghadapi dampak perubahan iklim di masa depan.(*)












