AKSESPUBLIK.ID, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memaparkan rangkaian program kerja (proker) unggulan dalam Seminar Program Kerja yang berlangsung khidmat di Kantor Kelurahan Panreng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Seminar ini menjadi langkah awal krusial untuk menyelaraskan program pengabdian mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh Dosen Pendamping Kegiatan (DPK), Ir. Sahriyanti Saad, S.Hut., M.Si, Ph.D. Turut hadir perwakilan Kecamatan Baranti yang diwakili Kepala Seksi Pembangunan H. Abu Bakar M. Amin, S.Sos., Kepala Kelurahan Panreng Andi Zainal Fachruddin, S.P., jajaran perangkat kelurahan, para kepala lingkungan, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga kemasyarakatan Kelurahan Panreng.
Dalam sambutannya, Lurah Panreng Andi Zainal Fachruddin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran para mahasiswa Unhas. Ia berharap kolaborasi ini melahirkan kontribusi nyata yang inovatif dan aplikatif.
“Kami menyambut hangat kehadiran adik-adik mahasiswa Unhas. Pemerintah kelurahan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh dan berpartisipasi aktif agar program-program yang telah dirancang dapat berjalan lancar dan membawa manfaat berkelanjutan bagi Kelurahan Panreng,” ujar Andi Zainal.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN Unhas menjelaskan bahwa seluruh program kerja dirancang berdasarkan hasil observasi mendalam di lapangan guna merespons potensi lokal serta tantangan yang dihadapi warga.
Sinergi Program Kerja: Dari Infrastruktur hingga Digitalisasi
Mengusung tema besar Inovasi Desa, mahasiswa KKN Gelombang 116 menyodorkan satu program kerja kelompok yang berfokus pada keselamatan jalan, serta tujuh program kerja individu yang sangat variatif:
Program Kelompok:
- Upaya Mengurangi Potensi Kecelakaan melalui Pemasangan Reflektor Jalan di Kelurahan Panreng guna Memperlancar Mobilitas.
Program Individu:
- Sektor Tata Ruang & Pemetaan: Pemetaan Potensi Sumber Daya dan Fasilitas Publik untuk optimalisasi wilayah oleh Abdul Malik Awaluddin Karim (Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota).
- Sektor Ketahanan Pangan & Lingkungan: Inovasi Eco Aquaponik menggunakan wadah plastik bekas oleh Nur Qalbi Musdalifah (Manajemen Sumber Daya Perairan).
- Sektor Pengolahan Pangan: Diversifikasi produk perikanan lokal lewat pembuatan Nugget Ikan Nila yang diperkaya tepung daun kelor oleh Wanda Afriani (Ilmu dan Teknologi Pangan).
- Sektor Pelayanan Publik: Digitalisasi pelayanan masyarakat melalui program Panreng Satu Pintu Digital oleh Andi Aidil Anugrah (Ilmu Pemerintahan).
- Sektor UMKM: Penguatan tata kelola keuangan pelaku usaha melalui literasi finansial sederhana oleh Jung Muhammad Anas Ramlan (Ilmu Ekonomi).
- Sektor Energi Terbarukan: COCO SMART, pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi briket biomassa dan deodorizer alami oleh Putri Kumala Dewi (Kimia).
- Sektor Pertanian Modern: Penerapan teknologi irigasi tetes hemat air tanpa listrik untuk penyiraman tanaman oleh Meida Asti Dara (Teknik Pertanian).
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Warga dan tokoh masyarakat yang hadir aktif memberikan masukan, saran, dan harapan agar program yang diusulkan benar-benar tepat sasaran dan adaptif dengan kondisi sosial-ekonomi Kelurahan Panreng. Masukan-masukan tersebut langsung dijadikan bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk mematangkan eksekusi program di lapangan.
Melalui seminar ini, sinergi tripartit antara akademisi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat diharapkan terkonsolidasi dengan kuat. Langkah awal ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Universitas Hasanuddin dalam mengimplementasikan tri dharma perguruan tinggi demi mendorong kemandirian dan kemajuan desa di Sulawesi Selatan.(*)












