AKSESPUBLIK.ID, TAKALAR — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meninjau langsung kesiapan operasional Dapur Pelayanan Gizi (SPPG) di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kunjungan lapangan ini sekaligus menandai dimulainya pengoperasian fasilitas dapur pelayanan gizi yang difokuskan untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi di 16 provinsi kawasan Indonesia Timur.
Dalam peninjauan tersebut, BGN memfokuskan perhatian pada tiga aspek utama guna menjamin keberlanjutan program:
- Standar Higienitas: Memastikan kelayakan fasilitas pengolahan makanan memenuhi standar kesehatan.
- Pemberdayaan Pangan Lokal: Memaksimalkan pemanfaatan hasil tani, ternak, dan perikanan milik warga sekitar.
- Efisiensi Logistik: Mematikan ketepatan alur distribusi agar makanan tiba di lokasi penyaluran dalam kondisi hangat dan segar.
Kehadiran Dapur SPPG dirancang memiliki efek berganda (multiplier effect). Selain mempercepat intervensi dan penanganan masalah gizi buruk pada anak, fasilitas ini diproyeksikan mampu mendongkrak roda perekonomian kerakyatan di tingkat lokal.
Menanggapi kebutuhan bahan baku utama seperti beras, telur, sayuran, dan daging, BGN menjalin koordinasi lintas sektor bersama Kementerian Pertanian.
Sinergi ini ditujukan untuk menjaga kemandirian pasokan pangan daerah sehingga tidak mengalami hambatan logistik dalam jangka panjang.
Pemerintah daerah dan masyarakat setempat menyambut hangat hadirnya fasilitas ini. Integrasi antara pemenuhan gizi masyarakat dan penyerapan komoditas lokal diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata serta berkelanjutan bagi kesejahteraan warga Takalar.(*)












