Ekobis  

Gencarkan Edukasi di Toraja, Satgas PASTI OJK Sulselbar Blokade Ruang Gerak Investasi dan Pinjol Ilegal

AKSESPUBLIK.ID, TANA TORAJA — Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) bergerak cepat menekan ruang gerak aktivitas keuangan ilegal hingga ke pelosok daerah.

Melalui Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Daerah Sulawesi Selatan, OJK menggelar rangkaian edukasi keuangan secara maraton di Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara baru-baru ini.

Rangkaian kegiatan ini menyasar berbagai lapisan elemen masyarakat secara inklusif. Edukasi diberikan mulai dari pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Komisariat Toraja, jemaah Gereja Toraja Jemaah Saloso, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.

Sekretariat Satgas PASTI Daerah Sulawesi Selatan, Arif Machfoed, menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan merupakan langkah preventif paling krusial di era digital saat ini. Lewat pemahaman yang benar, masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi secara mandiri modus-modus penipuan yang kian berkembang.

”Melalui rangkaian edukasi ini, kami membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai ciri-ciri investasi ilegal dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Sangat penting bagi masyarakat untuk selalu memastikan aspek legalitas sebelum menggunakan produk keuangan, demi pengambilan keputusan yang bijak,” ujar Arif Machfoed.

Dihubungi secara terpisah pada Senin (29/6/2026), Kepala OJK Sulselbar, Moh. Muchlasin, menegaskan bahwa wilayah Toraja memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang besar. Oleh karena itu, perlindungan konsumen dari kejahatan finansial digital menjadi prioritas utama.

OJK Sulselbar berkomitmen penuh untuk terus memperluas jangkauan edukasi ke berbagai wilayah, tidak hanya berpusat di kota besar. Sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan akademisi di Toraja menjadi kunci utama untuk membangun ekosistem masyarakat yang cerdas finansial.

Dalam pelaksanaan edukasi maraton ini, OJK memetakan target sasaran yang strategis untuk memaksimalkan dampak penyebaran informasi:

  • Aparatur Sipil Negara (ASN): Diplot sebagai *role model* sekaligus perpanjangan tangan OJK dalam mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar agar waspada terhadap tawaran keuntungan cepat yang tidak logis.
  • Tokoh Agama & Jemaah Gereja: Memperkuat benteng pertahanan komunitas berbasis keagamaan dari jerat penipuan.
  • Akademisi (ISEI): Menjadi motor penggerak literasi dari sudut pandang ilmiah dan ekonomi praktis.

Melalui kolaborasi dan edukasi yang berkelanjutan ini, Satgas PASTI berharap masyarakat Toraja tidak sekadar menjadi target pasar industri keuangan. Sebaliknya, masyarakat diharapkan mampu menjadi konsumen yang berdaya, melek finansial, serta hanya memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang telah berizin resmi dan diawasi oleh OJK. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *