AKSESPUBLIK.ID, MAKASSAR — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar memperkuat upaya peningkatan akses pelayanan Keluarga Berencana (KB) melalui pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Senin (21/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dan pemilihan metode kontrasepsi yang tepat.
Pelayanan MKJP menjadi langkah strategis DPPKB Makassar untuk meningkatkan kesertaan masyarakat dalam program KB, menekan angka Total Fertility Rate (TFR), serta mengurangi unmet need KB—yakni kondisi ketika pasangan usia subur ingin menunda atau tidak menginginkan kehamilan, namun kebutuhan kontrasepsinya belum terpenuhi.
Melalui pelayanan ini, masyarakat didorong mengenali pilihan kontrasepsi jangka panjang seperti implan dan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD). Pemilihan metode KB diharapkan berdasar pada informasi yang memadai, konsultasi dengan tenaga kesehatan, serta kesiapan tiap pasangan.
Langkah ini dinilai krusial untuk membantu pasangan menentukan waktu kehamilan dan mengatur jarak kelahiran sesuai kondisi kesehatan maupun ekonomi keluarga.
Selain memperluas cakupan peserta KB, penanganan unmet need menjadi fokus utama DPPKB Makassar. Peningkatan kualitas layanan medis pun terus didampingi dengan edukasi yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Pengendalian angka TFR sendiri merupakan bagian dari pembangunan kependudukan demi mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dengan daya dukung kota. Through momentum Hari Kontrasepsi Sedunia, DPPKB Kota Makassar mengajak seluruh warga untuk menjadikan perencanaan keluarga sebagai investasi jangka panjang demi lahirnya generasi yang sehat, mandiri, dan sejahtera.(*)












