Bekali Orang Tua Edukasi Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa KKN-PK Unhas Gelar Program SMART BALITA di Sidrap

AKSESPUBLIK.ID, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 menggelar program edukasi bertajuk SMART BALITA (Stimulasi Motorik dan Aktivitas Responsif Terpadu bagi Balita) di Posyandu Kamboja Bulu Alau, Desa Dengeng-Dengeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (22/7/2026).

Program ini ditujukan untuk mengedukasi ibu hamil, ibu menyusui, serta orang tua yang memiliki anak balita mengenai pentingnya stimulasi perkembangan anak sejak dini, khususnya pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Sebanyak 32 peserta antusias mengikuti jalannya kegiatan tersebut.

Selain pemenuhan gizi seimbang, stimulasi terpadu yang dilakukan secara teratur sesuai kelompok usia memegang peranan krusial dalam mendukung perkembangan motorik, bahasa, kognitif, hingga sosial-emosional anak.

Sintya Tandi Payuk, mahasiswa KKN-PK Unhas dari Program Studi Ilmu Keperawatan, menjelaskan bahwa program ini diinisiasi karena masih banyaknya orang tua yang belum menyadari bahwa stimulasi bisa dilakukan lewat interaksi sederhana sehari-hari.

“Melalui Program SMART BALITA, kami berharap para orang tua paham bahwa stimulasi tidak harus menggunakan alat atau mainan mahal. Aktivitas sederhana seperti mengajak anak berbicara, bermain, membaca buku, dan bernyanyi secara rutin dengan penuh kasih sayang sudah sangat efektif. Slogan kami: Stimulasi Optimal, Tumbuh Maksimal,” ujar Sintya.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan pengisian pre-test untuk mengukur pemahaman awal para ibu. Peserta kemudian dibekali media edukasi berupa leaflet dan poster yang merangkum poin-poin penting, seperti:

  • Pentingnya optimalisasi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
  • Prinsip dan contoh bentuk stimulasi sesuai tingkatan usia.
  • Penerapan peran orang tua melalui konsep Asuh, Asih, dan Asah.

Antusiasme peserta terlihat tinggi saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Para ibu aktif berkonsultasi mengenai durasi ideal mengajak anak bermain, penanganan penggunaan gawai (gadget) pada anak usia dini, hingga penanganan awal jika timbul indikasi keterlambatan tumbuh kembang.

Guna mengukur efektivitas edukasi, kegiatan ditutup dengan pengisian post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait materi yang disampaikan.

Melalui sinergi antara mahasiswa KKN-PK Unhas, kader Posyandu, dan masyarakat lokal, program ini diharapkan mampu memicu kesadaran berkelanjutan bagi para orang tua di Desa Dengeng-Dengeng untuk lebih aktif mendampingi masa tumbuh kembang anak demi mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan mandiri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *