AKSESPUBLIK.ID, SIDRAP — Sebagai upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 menggelar Program GESIT (Gerakan Edukasi Sehat untuk Ibu dan Tumbuh Kembang Anak).
Kegiatan edukasi ini diinisiasi oleh Putri Fadilla Angraini, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi Unhas, dan berfokus pada pentingnya pemenuhan gizi optimal sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Rangkaian program diawali di Posyandu Kamboja Bulu Alau, Desa Dengeng-Dengeng, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada Rabu (22/7/2026). Sebanyak 32 peserta yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu balita hadir dengan penuh antusias.
Kurangnya pemahaman orang tua mengenai pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun masih menjadi faktor utama pemicu stunting. Menjawab tantangan tersebut, Program GESIT memfokuskan materi pada pentingnya ASI eksklusif, asupan protein hewani (termasuk susu), serta penerapan pedoman “Isi Piringku” dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan pembagian leaflet edukasi, penyampaian materi interaktif, serta sesi sharing dan diskusi kelompok. Pada akhir sesi, peserta mengisi post-test untuk mengukur efektivitas penyuluhan.
Tak berhenti di Posyandu, kegiatan dilanjutkan pada Jumat (24/7/2026) melalui kunjungan langsung (door to door) ke rumah warga di Dusun I, Desa Dengeng-Dengeng. Metode ini diambil agar edukasi mengenai pencegahan stunting dapat menjangkau masyarakat yang berhalangan hadir saat kegiatan di Posyandu.
“Melalui Program GESIT, kami berharap para ibu semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Langkah ini penting agar ibu dapat menerapkan pola makan bergizi seimbang, memberikan ASI secara optimal, dan memenuhi kebutuhan protein hewani anak sebagai upaya nyata mencegah stunting,” ujar Putri Fadilla Angraini.
Masyarakat menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN-PK Unhas. Sesi diskusi berlangsung hidup; para ibu aktif berkonsultasi mengenai pemberian ASI eksklusif, waktu pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), strategi menghadapi anak yang sulit makan, hingga pemilihan asupan gizi yang tepat sesuai umur anak.
Pendekatan door to door juga memberikan ruang diskusi yang lebih personal, sehingga edukasi dapat disesuaikan dengan kondisi dan tantangan riil tiap keluarga.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK Unhas, kader Posyandu, dan masyarakat lokal, Program GESIT diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku pola makan di tingkat rumah tangga.
Upaya bersama ini menjadi langkah konkret dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Kabupaten Sidrap.(*)












