AKSESPUBLIK.ID, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan program edukasi teknologi bagi sektor pertanian di Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi yang digelar pada Jumat (24/7/2026), para mahasiswa memperkenalkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI), Plantix, sebagai solusi digital untuk mengidentifikasi kondisi dan penyakit tanaman secara cepat.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh jajaran petani lokal, perwakilan kelompok tani, serta masyarakat setempat. Program ini dirancang untuk mendorong modernisasi sektor pertanian desa melalui peningkatan literasi digital para petani.
Dalam sesi pemaparan materi, mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya transformasi digital untuk menunjang produktivitas pertanian modern. Aplikasi Plantix diperkenalkan sebagai alat bantu berbasis AI yang mampu menganalisis kesehatan tanaman hanya melalui foto yang diunggah dari kamera ponsel pintar (smartphone).
Sistem pada aplikasi tidak hanya mendeteksi jenis penyakit, serangan hama, atau indikasi kekurangan unsur hara, tetapi juga menyajikan rekomendasi penanganan dan langkah pencegahan yang spesifik bagi petani.
Untuk memastikan pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan simulasi penggunaan aplikasi. Para petani diajak melewati seluruh tahapan penggunaannya, meliputi:
- Pengunduhan dan Registrasi: Panduan mengunduh aplikasi hingga pembuatan akun secara mandiri.
- Uji Coba Identifikasi: Memotret langsung bagian daun atau batang tanaman yang bergejala penyakit di sekitar lokasi acara.
- Analisis Hasil: Mengamati rekomendasi penanganan yang diberikan oleh sistem aplikasi secara real-time.
Suasana kegiatan berjalan hangat. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tingkat akurasi diagnosis aplikasi hingga penerapannya pada berbagai jenis komoditas utama yang dibudidayakan di Desa Cenrana.
“Cukup membantu karena penyakit tumbuhan bisa terdeteksi melalui aplikasi. Jadi akan sangat membantu masyarakat untuk mengetahui penyakit tanamannya sejak dini,” ujar Firman, salah satu petani peserta sosialisasi.
Melalui edukasi ini, tim KKN-T Gelombang 116 Unhas berharap masyarakat Desa Cenrana semakin terbuka dan adaptif terhadap pemanfaatan teknologi digital di bidang pertanian.
Pengenalan aplikasi Plantix diharapkan tidak hanya menjadi sarana identifikasi dini masalah tanaman, tetapi juga menjadi langkah awal pengelolaan pertanian yang lebih efisien, efektif, dan berkelanjutan demi mendukung peningkatan hasil panen di Kabupaten Sidenreng Rappang.(*)












