Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Mahasiswa KKN Unhas Gelar Pelatihan Ecobrick di Desa Rijang Panua

AKSESPUBLIK.ID, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi dan pelatihan pengelolaan sampah plastik melalui pembuatan ecobrick di Desa Rijang Panua, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Jumat (24/7/2026).

Program kerja individu yang digagas oleh mahasiswa Unhas, Tiara Amelia, ini mengusung tema “Implementasi Ecobrick sebagai Upaya Climate Change Mitigation melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Plastik.” Kegiatan ini ditujukan untuk memantik kesadaran warga dalam mengolah limbah plastik menjadi produk berdaya guna sekaligus menekan dampak perubahan iklim di tingkat lokal.

Rangkaian acara diawali dengan pemaparan edukasi seputar isu perubahan iklim dan pemilahan sampah oleh Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidrap, Andi Sulolipu, S.E., M.Adm.KP. Turut hadir mendampingi, Kepala UPT Pengelolaan Sampah DLH Muh. Nasru, S.T., M.M., serta Kepala Tata Usaha UPT Pengelolaan Sampah DLH Muh. Natsir, S.T., M.M.

Dalam arahannya, Andi Sulolipu menekankan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya agar memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi.

“Sampah sebenarnya memiliki nilai apabila dipilah dan dikelola dengan benar. Sampah plastik seperti botol, tutup botol, dan kemasan plastik dapat memiliki nilai lebih tinggi apabila dipisahkan berdasarkan jenisnya sebelum dimanfaatkan atau didaur ulang,” ujar Andi Sulolipu.

Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan demo dan praktik langsung pembuatan ecobrick yang dipandu oleh Tiara Amelia bersama warga desa. Masyarakat diajarkan setiap tahapan teknis, mulai dari pengumpulan limbah plastik yang bersih dan kering, pencacahan plastik menjadi potongan kecil, hingga teknik pemadatan material ke dalam botol bekas.

Melalui pelatihan ini, masyarakat Desa Rijang Panua diharapkan tidak lagi mengolah sampah plastik dengan cara dibakar langkah yang berpotensi menyumbang emisi gas rumah kaca melainkan mengalihkannya menjadi produk kreatif.

Sebagai hasil nyata dari program ini, para peserta berhasil mengolah botol-botol limbah plastik tersebut menjadi fasilitas kursi ecobrick yang fungsional dan siap dimanfaatkan oleh komunitas lokal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *