Ragam  

MUSDA III PERMABUDHI Sulsel: Yonggris Kembali Terpilih, Ekoteologi dan Kaderisasi Jadi Fokus Utama

AKSESPUBLIK.ID, MAKASSAR — Musyawarah Daerah (MUSDA) III Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Ekoteologi sukses digelar di Hotel Horison Makassar pada Sabtu (24/10/2026).

Selain menetapkan arah program kerja lima tahun ke depan dan panduan etika pengurus, forum ini kembali menetapkan Dr. Ir. Yonggris, M.M. sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) PERMABUDHI Sulsel periode 2026–2031 secara aklamasi.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Andi Winarno Eka Putra, S.STP., M.H., serta diawali doa pembukaan oleh Bhikkhu Bhadra Cetana Sthavira.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum PERMABUDHI sekaligus anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Prof. Dr. Philip Kuntjoro Widjaja, unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, organisasi kepemudaan, dan jajaran undangan lainnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional Ekoteologi yang menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Prof. Philip Kuntjoro Widjaja, aktivis lingkungan PP Muhammadiyah Hening Purwati Parlan, serta Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa.

Seminar ini menyoroti pentingnya membangun kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian alam, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas iman untuk menghadapi krisis lingkungan.

Pesan utama yang diusung menekankan bahwa merawat alam bukan sekadar isu lingkungan semata, melainkan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan dan spiritual. Kerukunan antarumat diharapkan wujud nyata melalui aksi bersama yang berdampak positif bagi masyarakat.

Memasuki agenda sidang MUSDA III, forum berhasil menetapkan program kerja periode 2026–2031, Etika dan Keluhuran Budi Pengurus, serta susunan kepengurusan lengkap yang mencakup Dewan Pengawas dan Pengurus Daerah.

Melalui musyawarah mufakat, Dr. Ir. Yonggris, M.M. kembali dipercaya memimpin PERMABUDHI Sulsel untuk periode ketiga yang sekaligus menjadi periode terakhirnya sesuai aturan AD/ART organisasi.

Ketua Umum PERMABUDHI, Prof. Philip Kuntjoro Widjaja, mengapresiasi atas terpilihnya kembali Yonggris. Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa jabatan ini untuk mempersiapkan kader penerus agar proses transisi kepemimpinan pada periode 2031–2036 berjalan berkesinambungan.

Menanggapi amanah tersebut, Yonggris menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penguatan kolaborasi antar-majelis anggota, perluasan kemitraan dengan pemerintah, serta penguatan program sosial, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.

“Ini adalah periode terakhir untuk saya. Oleh sebab itu, saya ingin mengajak semua bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengabdi dengan tulus,” ujar Yonggris.

Rangkaian MUSDA III ditutup pada malam hari oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel yang diwakili Pembimas Buddha Sulsel, disertai doa pemberkahan oleh Bhikkhu Bhadra Bakti Sthavira. Acara penutupan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan resmi pengurus PD PERMABUDHI Sulsel masa bakti 2026–2031.

Dalam sambutan penutupan, ditegaskan kembali pentingnya penguatan moderasi beragama, dialog lintas iman, dan kepedulian lingkungan. Konsep Eco Dhamma diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata sehari-hari, seperti aksi penghijauan, pengelolaan sampah, hingga menjaga kebersihan rumah ibadah.

Mengusung tema “Bersatu Harmoni, Tulus Mengabdi”, MUSDA III ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menghadirkan PERMABUDHI Sulawesi Selatan yang semakin solid, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi umat, masyarakat, serta kelestarian alam.(*)