AKSESPUBLIK.ID, MAKASSAR — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar menggelar sosialisasi pemanfaatan kajian dampak kependudukan guna memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data.
Dalam kegiatan tersebut, DPPKB Makassar turut mengenalkan model strategi peringatan dampak kependudukan sebagai instrumen antisipatif untuk membaca potensi perubahan serta konsekuensi dinamika penduduk terhadap arah pembangunan daerah.
Melalui pendekatan ini, DPPKB Makassar mendorong seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan publik tidak lagi bersifat reaktif setelah masalah terjadi, melainkan mampu memprediksi dan merespons tantangan sejak dini.
Kajian dampak kependudukan memetakan kaitan erat antara dinamika warga dengan ketersediaan layanan publik, daya dukung lingkungan, pertumbuhan ekonomi, hingga sektor pendidikan dan kesehatan.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen DPPKB Kota Makassar dalam memperluas pemanfaatan basis data kependudukan terintegrasi.
Dengan perancangan program yang berpijak pada kondisi aktual dan proyeksi terukur, Pemerintah Kota Makassar diharapkan dapat menentukan prioritas pembangunan secara lebih presisi, efisien, dan sesuai kebutuhan riil masyarakat.(*)












