Arsitek Jangan Cuma Bisa Desain Bangunan, Kadistaru Makassar Dorong Mahasiswa Unismuh Perluas Kompetensi

Oplus_16908288

AKSESPUBLIK.ID, MAKASSAR — Kepala Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Makassar, Dr. Ar. Ir. H. Fuad Azis DM, ST, M.Si, IAI, IAP, mendorong mahasiswa arsitektur untuk berani mengembangkan kompetensi di luar ranah perancangan fisik bangunan semata.

Pesan mendalam tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Seminar Architecture bertema Humanizing Sustainable Development yang digelar Himpunan Mahasiswa Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat (16/10/2026).

Dalam pemaparannya, Fuad menegaskan bahwa lulusan arsitektur memiliki peran strategis dalam mewujudkan kota berkelanjutan melalui inovasi penataan ruang, kelestarian lingkungan, hingga pemahaman atas kondisi sosial-budaya masyarakat.

“Arsitek jangan hanya berpikir tentang bangunan. Kita harus memahami bagaimana sebuah desain berhubungan dengan lingkungan, perilaku masyarakat, serta kebutuhan ruang. Solusi yang dibuat harus sesuai dengan konteks lokal dan dapat diterima masyarakat,” tegas Fuad.

Fuad membagikan perjalanan kariernya untuk membuktikan luasnya cakupan ilmu arsitektur. Mulai dari kiprah pertamanya di Dinas Pekerjaan Umum pada bidang pengendalian jalan lingkungan, menangani persoalan drainase, hingga akhirnya memimpin dinas penataan ruang.

Pengalaman lintas sektor ini menunjukkan bahwa ilmu arsitektur sangat fleksibel dan aplikatif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan infrastruktur publik. Oleh karena itu, mahasiswa diminta tidak membatasi diri pada satu jalur karier saja.

Selain penguasaan aspek teknis dan sosial, Fuad turut mengingatkan mahasiswa akan vitalnya pemahaman terhadap regulasi tata ruang dan aturan perizinan, seperti:

  • Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) & Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
  • Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
  • Sertifikat Laik Fungsi (SLF)

Ia menyoroti pentingnya menempuh pendidikan profesi dan sertifikasi registrasi arsitek. Menurutnya, karya arsitektur yang berkualitas tak sekadar bernilai estetis, melainkan wajib fungsional, tepat secara perencanaan, patuh regulasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Melalui seminar ini, mahasiswa arsitektur Unismuh Makassar diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir untuk menjadi arsitek masa depan yang tidak hanya pandai merancang ruang, tetapi juga peka terhadap nilai kemanusiaan dan lingkungan.(*)