AKSESPUBLIK.ID, BONE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memaparkan rencana strategis mereka melalui Seminar Program Kerja yang digelar di Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Kamis (09/07/2026).
Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok tani. Selain memaparkan rencana kerja, seminar ini menjadi ruang diskusi untuk menjaring masukan dan menyelaraskan program dengan kebutuhan riil warga setempat.
Koordinator Desa KKN-T Unhas Desa Hulo, Fathur Ridha Santri Sahar, menjelaskan bahwa seluruh program yang dirancang terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni program kelompok dan program kerja mandiri (individu).
“Untuk program kelompok, kami berfokus pada sektor lingkungan dan edukasi melalui pembuatan kebun mini yang diberi nama ‘TUNAS’ (Tumbuhkan Usaha dan Alam Sehat). Program ini memanfaatkan lahan pekarangan sebagai media penghijauan sekaligus percontohan tanaman bermanfaat bagi warga,” ujar Fathur.
Sementara itu, untuk program kerja mandiri, para mahasiswa menghadirkan ragam inovasi yang menyasar berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, digitalisasi ekonomi, hingga pengelolaan lingkungan, meliputi:
Pangan & Peternakan: Pengolahan singkong menjadi tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) untuk meningkatkan nilai jual komoditas lokal, serta pembuatan Silase (pakan ternak dari fermentasi hijauan/rumput).
Digitalisasi UMKM: Program Hulo Scan yang menerapkan sistem pembayaran QRIS untuk memodernisasi transaksi pelaku usaha lokal.
Sosial & Budaya: Gerakan Bermain Bersama Budaya Terjaga untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada siswa sekolah dasar.
Sanitasi & Lingkungan: Dua program pengelolaan limbah terpadu, yaitu KOMPAS ANORGANIK (Kelola, Olah, dan Peroleh Manfaat Sampah Plastik) dan KOPER ORGANIK (Kelola, Olah, dan Peroleh Manfaat Sampah Organik) guna mengurai masalah sampah rumah tangga.
Kepala Desa Hulo, Hasim, memberikan apresiasi tinggi terhadap ide-ide kreatif dan solutif yang ditawarkan oleh korps mahasiswa Unhas ini. Ia berharap program-program tersebut tidak hanya menjadi formalitas KKN, melainkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami menyambut hangat kehadiran adik-adik mahasiswa. Pemerintah desa dan warga siap mendukung penuh agar seluruh program kerja ini dapat terealisasi dengan baik dan membawa manfaat nyata bagi Desa Hulo,” tutur Hasim.
Melalui seminar ini, diharapkan sinergi kuat antara mahasiswa, pemerintah desa, dan elemen masyarakat dapat terjalin erat demi menyukseskan agenda pemberdayaan desa selama masa KKN berlangsung.(*)












