AKSESPUBLIK.ID, PAREPARE —Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Andi Asrar Said, A.M., menggelar sosialisasi program kerja individu bertajuk “Biopori sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik dan Pencegahan Genangan Air” di Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Kamis (23/7/2026).
Berpusat di kediaman Ketua RW 1 Kelurahan Lemoe, kegiatan ini fokus memberikan edukasi praktis kepada masyarakat mengenai pemanfaatan Lubang Resapan Biopori (LRB) sebagai langkah mitigasi lingkungan berskala rumah tangga.
Dalam pemaparannya, Andi Asrar Said menjelaskan bahwa biopori memiliki fungsi ganda: meningkatkan resapan air hujan untuk mencegah genangan sekaligus menjadi media konversi sampah organik rumah tangga menjadi kompos alami.
“Biopori merupakan solusi sederhana yang memberikan banyak manfaat. Selain membantu mengurangi timbunan sampah organik, biopori meningkatkan resapan air tanah. Jika diterapkan secara bersama-sama, langkah kecil ini memberi dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan,” ujar Andi Asrar.
Penyampaian materi dikemas interaktif melalui diskusi terbuka. Warga diajak memahami secara teknis langkah pembuatan biopori yang mudah diimplementasikan di pekarangan rumah masing-masing.
Ketua RW 1 Kelurahan Lemoe, Muslimin, mengapresiasi langsung inisiatif mahasiswa KKN-T Unhas tersebut. Ia menilai materi yang dibawakan sangat aplikatif bagi warganya.
“Sosialisasi ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi yang mudah diterapkan. Kami berharap warga RW 1 dapat mulai membuat biopori di rumah masing-masing agar pengelolaan sampah lebih baik dan risiko genangan air diminimalkan,” ungkap Muslimin.
Melalui edukasi ini, diharapkan kesadaran warga Kelurahan Lemoe terhadap pengelolaan sampah organik dan adaptasi perubahan iklim dapat terus meningkat demi menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, aman, dan berkelanjutan.(*)












