AKSESPUBLIK.ID, MAKASSAR — Bencana kekeringan yang melanda Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kian meluas dan memperlihatkan tren peningkatan eskalasi yang signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sedikitnya 50.342 jiwa dari 14.564 Kepala Keluarga (KK) kini terdampak krisis air bersih yang tersebar di enam kecamatan.
Merespons kondisi yang kian mengkhawatirkan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menjadwalkan penetapan status Tanggap Darurat Bencana Kekeringan pada hari Selasa pekan depan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Dr. HM Fadli Tahar, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan adanya peningkatan jumlah wilayah dan warga yang terdampak jika dibandingkan dengan periode awal kekeringan.
”Ada peningkatan (dampak kekeringan) yang cukup signifikan di lapangan. Oleh karena itu, jika tidak ada perubahan, pada hari Selasa mendatang status tanggap darurat kekeringan akan diumumkan langsung oleh Bapak Wali Kota Makassar,” ujar Fadli Tahar, saat ditemui di lokasi penyaluran bantuan kemanusiaan di Kawasan Pannampu, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Fadli, pengumuman resmi status tanggap darurat tersebut rencananya akan disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di sela-sela Apel Kesiapsiagaan Bencana 2026 yang digelar di Kawasan MNEK (Multilateral Naval Exercise Komodo) pada pukul 08.00 WITA.
Setelah apel, agenda akan dilanjutkan pada pukul 10.00 WITA dengan Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor guna mematangkan penanganan, dan diakhiri dengan aktivasi pos komando (posko) darurat kekeringan.
Berdasarkan data Laporan Hasil Kaji Cepat yang dirilis oleh Pusdalops BPBD Kota Makassar per Juli 2026, krisis air bersih telah mengepung 173 titik di 27 kelurahan yang berada di 6 kecamatan utama. Sebanyak 12.717 unit rumah tinggal dilaporkan mengalami kesulitan akses air bersih secara reguler.
Berikut adalah rincian data demografis wilayah yang terdampak kekeringan:
Kecamatan Biringkanaya: Menjadi wilayah terparah dengan 58 titik kekeringan di 4 kelurahan, berdampak pada 4.084 rumah (14.787 jiwa).
Kecamatan Tallo: Meliputi 36 titik kekeringan di 4 kelurahan, berdampak pada 2.862 rumah (13.762 jiwa).
Kecamatan Tamalanrea: Meliputi 27 titik kekeringan di 6 kelurahan, berdampak pada 2.922 rumah (9.947 jiwa).

Kecamatan Manggala: Meliputi 29 titik kekeringan di 4 kelurahan, berdampak pada 1.959 rumah (7.610 jiwa).
Kecamatan Ujung Tanah: Meliputi 17 titik kekeringan di 5 kelurahan, berdampak pada 645 rumah (2.921 jiwa).
Kecamatan Panakkukang: Meliputi 6 titik kekeringan di 4 kelurahan, berdampak pada 245 rumah (1.324 jiwa).
Secara demografis, dari total warga terdampak, terdapat 24.192 jiwa laki-laki dan 26.150 jiwa perempuan. Mayoritas masyarakat selama ini mengandalkan sumber air dari air tanah, PDAM, serta PAMSIMAS, yang saat ini debitnya terus menyusut drastis.
Hingga saat ini, kebutuhan paling mendesak bagi warga di ratusan titik pengungsian dan permukiman tersebut adalah tandon penyimpanan air (toren) serta pasokan air bersih siap konsumsi secara kontinu.
Sebagai langkah antisipasi awal, BPBD Kota Makassar telah menyiagakan armada dan sarana pendukung berupa:
- 4 unit mobil Pick Up
- 57 unit tandon air penampung
- 4 unit pompa air portabel
- 180 personel tanggap darurat (disiagakan secara bergantian untuk mengawal pemetaan dan rencana distribusi air ke 173 titik).
Di tengah kesibukan mematangkan status tanggap darurat kekeringan, jajaran BPBD Kota Makassar terpantau tetap sigap merespons bencana lainnya. Pada Sabtu siang (11/7) pukul 13.00 WITA, Kepala Pelaksana BPBD beserta tim turun langsung ke Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo.
Kehadiran tim logistik BPBD tersebut bertujuan untuk menyalurkan paket bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi bagi para korban bencana kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk tersebut beberapa waktu lalu. Bantuan yang diserahkan secara simbolis berupa material bangunan, seng, balok kayu, serta perlengkapan sanitasi dasar.
Warga yang membutuhkan layanan kedaruratan atau informasi distribusi air bersih di wilayahnya dapat menghubungi kanal resmi berikut:
- Hotline BPBD Kota Makassar: 0815 5112 112
- Layanan Kedaruratan Terpadu: 112
- Aplikasi Pengaduan Warga: Lontara.(*)












