Tingkatkan Kepedulian Sosial dan Kesehatan, Mahasiswa KKN-T UNHAS Gelar Edukasi Anti-Bullying dan Filter Air di Sidrap

AKSESPUBLIK.ID, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar rangkaian kegiatan edukasi bagi siswa SD Negeri 6 Batu, Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan ini berfokus pada dua program kerja individu, yakni sosialisasi pencegahan tindakan perundungan (bullying) dan pelatihan praktik pembuatan filter air sederhana untuk pengenalan air bersih.

Program edukasi anti-perundungan diprakarsai oleh Nur Ain Ayunita dari Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya. Sementara itu, edukasi dan praktik pembuatan filter air sederhana dipandu oleh Fadhilah Ananda dari Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Sesi pertama diisi dengan pemaparan materi pencegahan perundungan. Mahasiswa menjelaskan secara rinci mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak buruk yang ditimbulkan, hingga cara mencegahnya dalam kehidupan sehari-hari.

Agar materi mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar, penyampaian dilakukan secara interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, sesi tanya jawab, serta penutupan berupa pembacaan ikrar anti-bullying bersama.

Nur Ain Ayunita mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa saling menghargai antar siswa agar tercipta suasana belajar yang aman dan nyaman.

“Saya berharap adik-adik dapat memahami pentingnya saling menghormati, berani menolak tindakan bullying, dan menjadi teman yang saling mendukung. Tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga saat berada di jalan maupun tempat umum,” ujar Nur Ain.

Usai materi anti-perundungan, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kesehatan lingkungan. Para siswa diajak memahami kriteria air layak pakai, penyebab pencemaran air, dampak air tercemar bagi kesehatan, serta langkah menjaga kebersihan sumber air di lingkungan sekitar.

Tak hanya teori, mahasiswa juga mengajak para siswa berpraktik langsung membuat alat penyaring air sederhana. Menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan seperti botol plastik bekas, kapas, pasir halus, arang, kerikil, dan serabut kelapa mahasiswa memperagakan proses penyaringan air keruh hingga menjadi jauh lebih jernih.

Fadhilah Ananda menjelaskan bahwa metode ini memberikan pengalaman belajar langsung (hands-on) bagi para siswa.

“Praktik ini bertujuan memberikan pemahaman nyata kepada siswa tentang bagaimana memanfaatkan bahan di sekitar untuk menyaring air. Saya berharap para siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kualitas air bersih dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Fadhilah.

Melalui sinergi kedua program ini, tim KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 UNHAS berharap para siswa SD Negeri 6 Batu dapat menerapkan nilai-nilai saling menghargai sekaligus membiasakan pola hidup bersih dan sehat, demi terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan kondusif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *